GPS, Maksimalkan Kawan!

kawasan karang pantai

Pernah menggunakan teknologi yang satu ini? saya bertaruh anda jarang memaksimalkan alat yang satu ini. Selain teknologi ini juga masih tergolong “canggih”, banyak dari kita yang belum percaya akan teknologi yang satu ini. Mereka lebih percaya dengan teknologi yang lebih canggih lagi bernama ‘misipak’; “misi pak, numpang tanya…?” :p

Awal tahun ini, saya bersama teman-teman merayakan awal tahun bersama. Mengunjungi satu tempat yang notabene belum pernah kami kunjungi sebelumnya, Ciputih Beach.  Terletak di ujung selatan Pulau Jawa, hampir mencapai perbatasan taman nasional Ujung Kulon, persisnya di Desa Sumur, Pandeglang. 6 jam perjalanan dari Jakarta. Hebat! haha

Jauhnya perjalanan, lokasi yang belum banyak dikunjungi orang, dan pantai yang notabene masih sepi dibandingkan Anyer-Carita dan sekitarnya menjadi daya tarik sendiri bagi saya. Dan yap, GPS memegang peranan penting di sini, saya sungguh takjub dengan alat satu ini. Percayalah kawan, sebaiknya kalian sudah mulai membiasakan diri untuk menggunakan alat ini jika suka bepergian ke tempat yang belum pernah anda tuju. Its helpful, really! Norak memang, but yes there is always the first time in your life, right?

Anak Langit pun Punya Facebook!

Nggak sengaja kemarin, Rabu (03/02/10) saya menonton Mata Najwa di Metro TV. Topik kali itu adalah “Anak Langit”, membahas mengenai anak jalanan yang hidup terlantar di Jakarta. Di salah satu scene, Najwa Shihab sang pembawa acara menanyakan kegiatan sehari-hari salah satu anak jalanan tersebut. Banyak yang keluar dari mulut anak tersebut tapi satu yang membuat saya cukup terkejut, saya lupa detil pertanyaannya apa tapi seputar kegiatan si anak sehari-hari:

Najwa :”Biasanya selain ngamen kamu ngapain?(entah benar, pertanyaannya agak lupa)”
Anak langit: “Yaa main, kadang-kadang ke warnet..”
Najwa: “Ke warnet?ngapain? (muka kaget)”
Anak Langit: “Facebook dong, chatting sama temen di Facebook”.
Najwa: “Oh kamu punya Facebook juga..” (senyum bingung)

(obrolan berlanjut ke topik lain..)

Dengar obrolan itu pun saya juga nggak percaya, tapi itu benar-benar keluar dari mulut si anak jalanan itu. Entah apa yang salah, yang jelas ini benar-benar di luar dugaan saya. Anak Jalanan, yang tidurnya saja beratapkan langit, hidup dari mengamen di jalanan, dan kalau makan pun menunggu hasil ngamen, menyempatkan dirinya untuk menyisihkan uang hasil ngamen yang saya kira nggak seberapa untuk ke warnet dan bermain Facebook.

Klise, media is like a bullet for some people. Ya terpaan media konvensional masih seperti raja di negara ini, TV, radio, koran, billboard. Dimana-mana logo Facebook, obrolan warung kopi pun juga pasti terselip kata Facebook. Jadilah ini memicu rasa keingintahuan mereka tentang Facebook, dan Bang!! Facebook ada di kepala anak-anak itu, sungguh ironi.

Pertanyaannya sekarang adalah, sudah sampai tahap mana kebutuhan internet bagi anak-anak jalanan ini?

Pesta Blogger 2009: Blogger in the middle of social media era

24 oktober lalu, saya menghadiri pesta blogger 2009. Sebuah pesta tahunan para blogger Indonesia di Jakarta, dimana blogger berkumpul dan bercengkrama di dunia sebenarnya. Ya semacam community gathering lah. Jujur saja, ini gathering pertama saya dengan para blogger aktif dan para penggiat dunia online lainnya. Ada Enda Nasution, Raditya Dika&Sherinanya (aakhh saya ketemu Sherina, lucunya..), Wahyu Aditya (KDRI), Wicaksono (Ndorokakung), juga kenalan dengan pakar online marketing Nukman Luthfie yang notabene adalah bos pacar saya, haha. Dan masih banyak ratusan blogger lainnya yang saling memperkenalkan diri, berinteraksi satu sama lain sambil diiringi oleh hiburan yang ditampilkan panitia. Menyenangkan berada di tengah orang-orang yang memiliki interest yang sama. Dan sepertinya saya akan sering datang ke acara-acara seperti ini, haha :p

Layaknya sebuah gathering, tidak lengkap kalau belum sharing sesama blogger. Sharing ini dibagi ke dalam beberapa tema yang bisa dipilih para blogger dalam waktu bersamaan pada sesi breakout. (benci saya, kalo liat line pembicara dan tema-tema yang diangkat, hampir semuanya menarik). Akhirnya, saya mengikuti satu sesi sharing dengan country editor Yahoo! Indonesia, Mr. Budi Putra. Dia membawakan tema how to lead informations in social media. Menurutnya sederhana saja, faktor penting yang bisa membuat anda terdepan di era social media adalah faktor kekinian, apa itu? Informasi-informasi yang anda sebarkan itu harus baru, fresh, update, tanpa mengurangi keaktualan content yang diberikan. Menurutnya berita-berita yang seperti itu yang akan dicari dan diminati di social media. Di era Facebook, Twitter, Plurk, sebaran informasi di dunia maya memang tidak bisa dibendung lagi. Updating para pengguna social media tersebut jutaan banyaknya, sehingga mau tidak mau kita pasti akan memilih informasi yang fresh, update, menarik dan dari sumber yang dapat dipercaya.

Sayangnya sebagian besar pengguna social media kita masih sibuk dengan dunianya sendiri. Khususnya di Facebook, saya akui postingan mereka cukup update, tapi ya updating kegiatannya sehari-hari, “hari ini aku abis meni pedi lho di salon ini”, “bingung, mau makan atau bobo?”, haha.. aniwei mereka tetap berguna kok, terutama untuk mempelajari perubahan perilaku konsumen =p . Berbeda dengan penggiat Twitter, sebagian besar pengguna Twitter sudah memasukkan dua aspek penting penyebaran informasi ini, update dan informatif bagi para followers-nya. Sehingga komunikasi yang terjalin bisa lebih berguna.

Dan memang, tiap social media punya karakteristik pengguna yang berbeda-beda. Tapi itulah menariknya, masing-masing mempunyai daya tarik sendiri-sendiri, tinggal pilih saja yang mana yang lebih sreg di hati.

Yah semoga saja, para pengguna social media di Indonesia tidak hanya unggul di kuantitas saja, tapi juga unggul di kualitas informasi yang disebarkannya. Oiya, sekedar info, Yahoo! Indonesia mau meluncurkan portal social media baru di Indonesia, namanya MIM. Versi Indonesia untuk MEME, yang sudah popular lebih dulu di pasar Amerika Latin. Rencananya November ini akan launching, tutur Country Editor Yahoo! Indonesia, Budi Putra. Semoga saja bisa diterima dengan baik oleh pengguna social media di Indonesia.

udah ah, nanti diterusin lagi ngeblognya, mau nge-tweet dulu, hah cy =p
follow me on twitter: @farhanvsgnk

Anak Krakatau

resize cagar alam

In times like this, in times like those what would be, would be. And so it goes. (Jack Jhonson – Times like this)

Jack johnson is killing me. Rasanya damai sekali, di atas pasir bergradasi hitam putih di pulau Rakata duduk santai sambil disuguhi pemandangan yang menakjubkan dari sini. Anak Krakatau mempesona saya.

1883 mungkin jadi tahun yang mengerikan bagi warga lokal. Ow tidak. Bahkan dunia pun merasakannya. Gunung Krakatau meletus. Letusan yang mampu menggetarkan dunia. Kiamat kecil,bahkan penduduk Batavia waktu itu menyebutnya. Dengan Volcanic Explosivity Indeks 6.5 dari skala 1-8, menempatkan letusan Krakatau sebagai letusan gunung berapi terbesar ke 5. Nomor satunya, masih milik Indonesia juga kok, letusan Gunung Toba dengan skala tertinggi 8. Menghasilkan Danau Toba.

Bekas letusan mengerikan gunung Krakatau bisa dirasakan sampai sekarang. Dari tempat saya sedang duduk sambil mendengarkan Jack Johnson sekarang ini,pulau Rakata, bisa dilihat dengan mata kepala telanjang sisa sisa letusan waktu itu. Yang paling jelas yah munculnya Anak Krakatau ini. Ada juga batu karang beberapa ratus meter dari Anak Krakatau yang cukup janggal, juga merupakan salah satu muntahan batu letusan Krakatau tahun 1883.

Tapi kali ini dia tidak sedang bermain dengan letusan letusan kecilnya. Dia tampak tenang sekali. Hanya semburan asap kecil yang keluar dari mulutnya. Tidak seperti sebulan yang lalu, ketika dia senang sekali bermain dengan semburan dan letusan kembang apinya. Sibuk mencari perhatian manusia. Kang Epoy seorang local guide menuturkan, hampir sebulan letusan-letusan kecil dan erupsi larva keluar dari anak krakatau. Menyajikan atraksi yang menarik bagi mereka warga lokal dan turis untuk datang. ‘Wah mas, seru! Kayak kembang api. Bagus!’. Tutur salah satu local guide lainnya. Meski sepertinya tidak ’seseru’ itu, karena tiap kali ‘beraksi’ letusannya mampu menggetarkan bumi,sampai ke daratan pantai Carita Anyer dan sekitarnya. Muntahan batuan-batuan vulkanisnya pun bisa segede gede gaban. Sayang sudah 2 minggu ini letusan anak krakatau berhenti. Saya tidak bisa menyaksikannya.
Anak Krakatau
Pulau Rakata, 04/05/09 08.05 wib

see more photos at here

Soft Launching: Sulthan Nastar

Mom: Aih..kaka, laki-laki kok jualan kue?

saya: Biarin..(lah belom tahu aja dia gue jualan BeHa!lol)

Udah lama banget gue pengen punya usaha sendiri. Meski kali ini bukan originally brand sendiri, tapi serasa punya sendiri, haha. Jadilah, begitu tau ada yang mau bikin kue dan jualan, jadilah gue inisiatif membangun merk-nya, haha. mudah-mudahan berhasil.

Continue reading

Karimun Jawa Islands, Snapshot of Serenity

Its like snapshot of serenity, di bawah pohon kelapa, menikmati manisnya kelapa muda, sambil bersandar di putihnya pasir pantai di salah satu sudut pulau. Martha pun berkata, “aaah..this is heaven on earth!”.

Waktu menunjukkan pukul 08.45 ketika kita baru mencapai kabupaten Jepara, dengan sisa hanya 15 menit kita harus sampai di pelabuhan Jepara, mengejar keberangkatan KM Muria yang akan membawa kita ke Kepulauan Karimun Jawa. Butuh keajaiban agar bisa mencapai tepat jam 9 di Pelabuhan Jepara.

Telat, sudah dipastikan. Otak pun mulai bekerja, “Nggak mungkin, ini udah kedua kalinya,” pikir saya. Saya jadi ingat, cerita 8 bulan lalu, ketika kami (saya, Ajoy, Ndik, Omay, Bian) gagal berangkat dari Semarang ke Karimun Jawa. Ada seorang bapak yang nekat pergi meskipun cuaca buruk telah diberitakan. “Mau nyebrang lewat mana pak?”, tanya saya. “Ke Jepara aja, di sana banyak kapal nelayan yang berani berangkat meski cuaca buruk.” si Ajoy juga nyeletuk lagi, “Bener juga, nenek moyang kita kan dulu pelaut, ngapain mesti takut!” Ah, udah gila kali nih bapak ama anak. Dadah, lo aja berdua sana pergi, gue gak ikutan, haha!

Sedikit cerita dari Bubu Awards! Argh, Endah and Rhesa was Awesome.

Sayang sekali saya nggak menang, kemarin. hiks. abis ternyata hadiahnya 15 juta dan iPhone..huhu. haha. Gue baru tau soalnya pas hari itu mau diumumin. geez, coba kalo gue tahu?beeh dengan segenap jiwa gue getting berita sampai ke pulau komodo sana, haha.

nggak lah, gak segitu juga. lha wong emang awalnya gue gak mengharapkan hadiahnya (boong!), cuma mau membantu Indonesia mempunyai referensi tambahan mengenai Taman Nasional Komodo, yang juga sedang berjuang meraih gelar sebagai New 7 Wonders.Yang ngarepnya sih pengen dibiayain pergi ke sana, hehe.

Satu lagi, Endah n Rhesa was awesome, i love them at first sight. nyari cd nya ah.

Bubu Awards tagline

farhanvsgnk goes to Bubu Awards!

Yea kawan. kabar gembira (bagi saya), tulisan saya yang tentang Komodo National Park jadi finalis Bubu Awards 2009. Hihi, gak nyangka. pasti partisipannya sedikit, jadinya gue deh jadi finalis..haha. ga deng. Masak Bubu Awards kekurangan partisipan, gak mungkin lah yah. Kan yang nungguin banyak.
terus malam ini gue di invite buat dateng ke awarding nightnya. hm lumayan deh dapet gratisan. padahal emang niat mau dateng, tapi berhubung tiketnya lumayan mahal, jadi rada mikir. haha. untung sekarang free. lucky me!

anyway. doakan gue yah.

Bangkit Indonesia

bangkit

Kami Tidak Takut

“Hamba bukanlah umat terbaik Mu,
tapi keimanan hamba tidak sampai MEMBUNUH.”

Sebuah karya yang jujur memang terasa beda. sebuah lirik dari lagu ‘Kami Tidak Takut’, karya Pandji Pragiwaksono ini mencerminkan sebuah ekspresi kemarahan, kepedulian yang ia rasakan, dan sikap yang ia tunjukkan ketika seseorang atau sekelompok orang berusaha menghancurkan kebahagiaan, kedamaian dan kehidupan yang aman untuk orang banyak. Lagu yang dibuat setelah kejadian teror aksi bom tahun 2000 awal ini kembali ramai di youtube dan facebook, ketika kemarin, Jumat (17/07/09), Jakarta kembali diguncang Bom. Sebuah aksi brutal teroris kembali mengganggu kehidupan negara ini. Dua buah bom meluluhlantakkan lobi hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Hotel. Membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Membunuh Negara ini.

Continue reading